Wednesday, May 10, 2006

KasusastranJawa: Serat Wedhatama

Baca-baca tentang kemungkinan amnesti Soeharto, nemu artikel ini di DetikCom

Cuplikan Serat Wedhatama, sebuah karya sastra Jawa klasik karya Mangkunegoro IV. Bunyi kutipan dalam tembang Pucung itu adalah:

lila lamun kelangan nora gegetun
trimah yen ketaman saserik sameng dumadi
tri legawa nalangsa srahing bathara.


(ikhlas, jika kehilangan tiada 'kan menyesal
menerima dengan lapang jika mendapatkan kebencian dari sesama
legawa dan menyerahkan segalanya kepada Yang Kuasa)

Bait itu adalah petikan dari sebuah petuah Mangkunegoro IV kepada anak cucunya jika ingin menjadi seorang ksatria utama. Ksatria pilihan harus pantang menghindar dari kewajibannya, menjalankan darma baktinya dan siap menerima resiko apa pun sebagai konsekuensi sebuah pilihan.


Dalam kehidupan sekarang yang makin carut-marut, nasehat ini sangat bagus untuk disimak, meski menerapkan dengan ikhlas, belum tentu semua orang bisa. Tak perlu emosi berlebihan saat menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. Tak perlu membalas perbuatan jahat dengan perbuatan serupa. Tak perlu ragu akan keadilan Yang Maha Kuasa. Berpasrah diri atas apa yang menjadi kehendak-Nya.

Hayo hayooo...siapa yang masih suka emosian

Comments:
Nasehat atau petuah yang tinggi nilainya, sangat baik diikuti.Petuah yang selalu berlaku dalam perkembangan zaman.
 
Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]